/ web

Apa Itu AMP dan Kenapa Itu Penting?

Accelerated Mobile Pages atau biasa disebut dengan AMP adalah sebuah open-sources library untuk membuat halaman web agar bisa diakases secara instan melalui perangkat mobile. Karena data di lapangan, 75% mobile sites membutuhkan waktu lebih dari 10 detik untuk membukanya. Dan 53% user akan pergi meninggalkan web yang dikunjungi jika loading web membutuhkan waktu lebih dari 3 detik.

amp-story-behind-project-dimasku-1-1024x343

Dibuatlah AMP Project untuk mengatasi problem tersebut dan sudah berjalan 2 tahun. Halaman web yang telah menggunakan AMP rata- rata dapat diakses dalam waktu kurang dari 1 detik. Sampai tulisan ini dibuat, tidak kurang dari 31 juta domains dari berbagai macam industri seperti retails, travel, blog, publisher telah mempublish AMP document di web. AMP page sangat Google friendly, dari total click ke AMP page di Google Search result, 60% clicks terjadi di non-new site. Dan user 2x lebih banyak menghabiskan waktu di halaman AMP dibandingkan dengan non-AMP page. Untuk pengguna AMP di web ecommerce, terjadi peningkatan salas sebesar 20% setelah menggunakan AMP page. Makanya beberapa eCommerce di Indonesia yang sudah mulai menggunakan AMP di beberapa halaman mereka seperti Tokopedia & Bukalapak, meskipun belum seperti AliExpress yang telah 100% menggunakan AMP di mobile site mereka. FYI, blog saya sudah menggunakan AMP di semua page post, built-in dari Ghost platform.

AMP sudah support dibanyak CMS, salah satunya WordPress Ghost yang saya pakai di website ini.

AMP-CSM-Dimasku-1-1024x245

AMP for WordPress plugin bisa di download di sini. Karena inisiator awal project AMP adalah Google, maka untuk mempercepat proses pengembangan & penggunaan AMP, beberapa developer dari Google turun tangan membantu proses developing plugin ini. Sedikit sejarah tentang AMP, project AMP digagas karena kekhawatiran terhadap Facebook yang mengeluarkan instant article.

Beberapa content platform yang telah mendukung penggunaan AMP.

AMP-Content-Platform-Dimasku-1-1024x255

Dengan menggunakan AMP, secara tidak langsung akan menambah traffic ke website dari beberapa content platform yang mendukung distribusi konten dalam format AMP.

Di tahun 2018 ini, AMP Project merilis AMP Stories.

ezgif.com-video-to-gif--3-

Alasan AMP Project merilis AMP Stories adalah artikel yang panjang susah untuk dikonsumsi melalui perangkat mobile phone, user banyak menghabiskan 1-2 menit untuk membaca artikel di web. AMP Stories cukup interaktif, user bisa melihat native video, animation, atau melakukan navigasi di AMP Stories. AMP Stories didesain untuk mobile first, berikut contohnya g.co/ampstories.

Saya pribadi sangat mendukung penggunaan AMP di banyak halaman web, karena selain fokus ke mobile-first user, experience yang didapatkan jauh lebih baik dibandingkan website tanpa AMP.